Mengenal Fenomena Pick Me Girl dari Kacamata Psikologi

    Mengenal Fenomena Pick Me Girl dari Kacamata Psikologi
    Psikolog Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Ike Herdiana M Psi Psikolog (sumber: Istimewa)Kebutuhan untuk Terlihat Berbeda dan Superior 

    SURABAYA - Belakangan fenomena pick me girl menjadi sorotan. Pick me girl adalah tindakan seseorang, umumnya perempuan, berusaha membuat lawan jenis terkesan dengan menyatakan bahwa ia tidak seperti kebanyakan perempuan.

    Psikolog Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Ike Herdiana M Psi Psikolog menyebut ada beberapa tanda individu yang tergolong pick me girl. Pertama, ia akan menyatakan kondisi diri pribadi yang berbeda dengan karakteristik atau stereotip gender secara umum. 

    Kedua, ia akan cenderung merendahkan perempuan lain. Terakhir, seorang pick me girl akan menampilkan sikap, minat, kebiasaan, atau gaya yang dianggap berbeda dan mampu menarik perhatian lawan jenis.

    Dr Ike, Senin (7/3/2022) menjelaskan, seorang pick me girl tidak hanya berusaha menarik lawan jenis. Ia melakukan itu karena ingin menerima respect dan diperhatikan orang lain. Kebutuhan untuk tampil ‘berbeda’ dan superior ini berkaitan dengan kehidupan sosial.

    WARTASOSIAL.COM
    market.biz.id WARTASOSIAL.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Mereka umumnya menginginkan kehidupan sosial, namun lewat cara yang tidak sehat, yakni dengan sengaja merendahkan orang lain. “Termasuk pula keinginan berkompetisi untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan itu, ” jelas Ketua Kelompok Kajian Gender dan Anak Fakultas Psikologi UNAIR tersebut.

    Tidak Hanya Menjangkiti Perempuan 

    WARTADESA.CO.ID
    market.biz.id WARTADESA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Meski beberapa literatur menjelaskan bahwa umumnya sifat pick me girl dilakukan oleh perempuan, laki-laki tidak menjadi pengecualian. Layaknya pick me girl, pick me boy adalah situasi ketika laki-laki menentang kondisi stereotip agar dianggap berbeda dan lebih keren oleh lingkungan pergaulan. 

    “Namun belum ada penjelasan spesifik perbedaan dari sisi gender, karena baik laki-laki dan perempuan memiliki stereotip gender yang sama-sama kuat, ” jelas Dr Ike.

    INFOPUBLIK.CO.ID
    market.biz.id INFOPUBLIK.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Didorong oleh Perilaku MisoginiDr Ike menyebut sifat pick me girl muncul karena faktor internalized misogyny. Perilaku misogini merupakan kebencian atau rasa tidak suka pada perempuan. Sehingga, perilaku misogini pada seorang pick me girl  muncul lewat keinginan untuk menjauhkan diri dari stereotip wanita tradisional yang selama ini dianggap tidak menonjol dan cenderung negatif.

    Internalized misogyny tersebut menggambarkan perempuan juga bisa memiliki pemahaman seksisme dan perilaku kebencian terhadap sesama perempuan. Kondisi ini juga didorong kebutuhan pribadi untuk terlihat unik dan berbeda dari orang lain. 

    JURNALIS.TV
    market.biz.id JURNALIS.TV
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Stereotip perempuan yang suka make up, lemah lembut, suka dilindungi, suka belanja, didobrak dengan menyatakan dirinya berbeda dengan kondisi itu semua” terangnya.

    Membutuhkan KonselingPerilaku pick me girl umumnya akan membuat relasi sosial dan lingkungan sekitar tidak menyenangkan. Dalam hal ini termasuk kondisi persaingan yang tidak sehat, unsur menghina, serta merendahkan salah satu pihak.

    “Kondisi tersebut tentu tidak nyaman untuk membangun relasi sosial yang sehat. Secara natural, seseorang barangkali akan meninggalkan relasi seperti itu, ” sebutnya.

    Oleh karena itu, Dr Ike menekankan bahwa dalam beberapa situasi pelaku pick me girl akan membutuhkan konseling. Terlebih apabila kondisi tersebut terus berlangsung, individu akan semakin terobsesi merendahkan dan menghina orang lain.

    “Mereka akan semakin tidak realistis dengan tindakan-tindakannya. Hal itu akan membuat individu tidak mampu mengontrol emosi hingga timbul ketidaknyamanan secara psikologis, ” imbuhnya.

    Maka apabila perilaku pick me girl  berpotensi merugikan orang lain dan diri sendiri, Dr Ike mengimbau agar segera mencari bantuan profesional. (*)

    Penulis: Intang Arifia

    Editor: Feri Fenoria

    SURABAYA
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Perjalanan Vaksin Merah Putih hingga Masuki...

    Artikel Berikutnya

    KAI Daop VII Madiun Bersama Komunitas Rail...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Afrizal verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 2242

    Registered: Jul 17, 2020

    Suhendi

    Suhendi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 148

    Registered: Apr 8, 2022

    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 742

    Registered: Aug 19, 2021

    Calvin Maruli

    Calvin Maruli verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Nov 8, 2020

    Profle

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Warga Jorong Koto Kaciak Tewas Tenggelam di Danau Maninjau saat Mancing
    Dandim 1507/Saumlaki Komandan Upacara Pemberangkatan Satgas Pulau Terluar Koops XVI TA 2022
    Sekda Andre Algamar Lantik 6 Pejabat Fungsional 

    Rekomendasi

    Lagi, Kontingen Kabupaten Sumenep Tambah Dua Emas dan Satu Perak
    Penandatanganan Naskah Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2021
    Bupati Sumenep Ajak Dandim Baru Ikut Cegah Peredaran Narkoba
    Pertama di Indonesia, ITS Resmikan Prodi S2 Magister Desain Interior
    Dekan FKM UNAIR Optimis Perwali Mampu Tingkatkan KTR di Surabaya

    Ikuti Kami