Ngabuburit Bersama Dosen Sejarah, Paparkan Lirik Lagu sebagai Sumber Sejarah

    Ngabuburit Bersama Dosen Sejarah, Paparkan Lirik Lagu sebagai Sumber Sejarah

    SURABAYA - Penelusuran jejak-jejak terhadap sejarah ternyata bisa melalui beragam hal. Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Purnawan Basundoro menyebut salah satu sumber sejarah itu adalah melalui lirik lagu.Guru Besar FIB UNAIR itu menyatakan hal itu dalam webinar Partihistori dari Sejarah Lintas Batas pada Jumat (8/4/2022) melalui Zoom Meeting. Diskusi itu bertema “Lirik (Lagu) Sebagai Sumber Sejarah”. Prof Purnawan mengajak audiens untuk menelisik lirik lagu dari perspektif sejarah dan menjadi rujukan sumber sejarah.

    Musik dan Sejarah

    DELIKHUKUM.ID
    market.biz.id DELIKHUKUM.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Peneliti asing sudah lama memakai musik sebagai narasi sejarah. Hal tersebut terbukti dengan musik tembang Jawa pada periode Mataram. Seperti yang dilakukan oleh Ricklefs dalam meneliti sejarah Jawa.

    Lebih lanjut, Prof Purnawan menjelaskan bahwa lagu-lagu populer (pop) yang masih dan pernah didengar masyarakat akan diangkat sebagai narasi sejarah.

    OPOSISI.CO.ID
    market.biz.id OPOSISI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Foto : Prof Dr Purnawan Basundoro, Dosen Sejarah FIB UNAIR dalam  “Lirik (Lagu) Sebagai Sumber Sejarah” pada Jumat (8/4/2022). (Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting).

    BROADCAST.CO.ID
    market.biz.id BROADCAST.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Menurutnya, di antara banyak yang bertema percintaan, selalu ada lagu yang membahas tentang realitas. Misalnya, peristiwa sejarah, terkini masyarakat, atau yang menjadi perhatian publik. Itu disebut balada.

    “Tahun 50 sampai 80-an, terdapat banyak lagu yang mengacu kepada realitas masa lalu. Ia (lagu-lagu, Red) memotret dan mencerminkan kehidupan masyarakat di masa itu, ” imbuhnya.

    Pizza Hut Black Pizza
    market.biz.id Pizza Hut Black Pizza
    6% Rp 1.750
    Beli sekarang!

    Di Indonesia sendiri, ada banyak pencipta atau penyanyi lagu balada. Di antaranya, Jane dan Franky, Iwan Fals, Ebiet G. Ade, Rita Rubby, Ully Sigar, serta Benyamin S dan Rhoma Irama.

    Lagu Tukang Becak dan Kecelakaan Transportasi

    Purnawan lalu memberikan dua poin sumber sejarah yang jarang diteliti, namun ada sumbernya melalui lagu-lagu. Yang pertama adalah pemanfaatan sejarah orang kecil atau pinggiran, seperti tukang becak. Ibu Sud pernah menyanyikan lagu tukang becak. Termasuk Benyamin dan Ebiet.

    “Kalau melihat lagu Ibu Sud ini atau kita menulis tentang sejarah transportasi Jakarta, kita bisa memulai dari (lagu) ini. Bahwa tahun 30 sampai 80-an ada transportasi yang eksis di Jakarta, yakni becak, ” Prof Purnawan. 

    “Lagu becak Ibu Sud yang ceria berkontradiksi dengan lagu becak Benyamin dan Ebiet yang berisi solidaritas, derita, dan penderitaan tukang becak, ” imbuhnya.

    Yang kedua adalah sejarah kecelakaan transportasi. Menurutnya, bahasan itu jarang diteliti oleh sejarawan. Padahal, itu juga ditemukan dalam lagu-lagu yang relevan untuk menjadi panduan menulis sejarah kecelakaan transportasi. Misalnya, lagu Iwan Fals yang berjudul 1910.

    “Lagu ini menceritakan tentang kecelakaan kereta api di Bintaro, tabrakan KA 225 dan KA 220 pada 19 Oktober 1987. Kita bisa merunut dari kejadian tersebut dan seperti apa proses kejadian itu, ” imbuhnya.

    NEWSPAPER.CO.ID
    market.biz.id NEWSPAPER.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Selain itu, Iwan Fals menulis lagu tentang peristiwa Tampomas II yang berjudul Celoteh Camar Tolol dan Cemar. Lagu tersebut terinspirasi dari peristiwa besar yang cukup kontroversial dan belum diungkap dengan jelas. Peristiwa itu juga ditulis Ebiet G Ade yang berjudul Sebuah Tragedi 1981, melalui potret nakhoda kapal Tampomas.

    “Nakhoda Tampomas, Ahmad Rifai, diceritakan sangat hebat karena saat kritis menolong awak, memberikan pelampung, dan dia bertahan di kapal itu hingga kapal itu tenggelam bersamanya, ” ujarnya.

    Prof Purnawan memberikan pesan bahwasannya lagu tersebut mempunyai kejadian historis yang bersejarah yang dapat diungkap. Terutama melalui lirik-liriknya.“Dengan demikian, memanfaatkan lagu tersebut, narasi sejarah yang dibuat bisa jauh kaya. 

    Perspektifnya jauh lebih luas. Dari lagu yang puitis tadi, dapat ditangkap maka narasi yang dibuat akan jauh lebih lengkap, ” ungkapnya. (**)

    SURABAYA
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    PPN Naik, Pakar Perpajakan UNAIR: Ini Bentuk...

    Artikel Berikutnya

    KAI Daop VII Madiun Bersama Komunitas Rail...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 420

    Postingan Tahun ini: 1569

    Registered: May 25, 2021

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 413

    Postingan Tahun ini: 2081

    Registered: Apr 8, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 159

    Postingan Tahun ini: 544

    Registered: Nov 15, 2021

    KODIM SURABAYA TIMUR

    KODIM SURABAYA TIMUR verified

    Postingan Bulan ini: 130

    Postingan Tahun ini: 427

    Registered: Oct 4, 2021

    Profle

    Nanang suryana saputra verified

    Ada Apa Di Hutan Sirah Warangan Desa Bangunkarya Pangandaran
    Ini Salah Satu Yang Dilakukan Serda Andrianis Saat Komsos Dengan Warga Masyarakat
    Giat Kapolsek Cikakak di HUT Bhayangkara ke 76
    Berbagai Kegiatan Sosial di Koramil Jampangkukon pada Sail and Touring Sekeseler Siliwangi di Wilayah Kodim Sukabumi

    Rekomendasi

    Bersama Organisasi Mahasiswa dan Banom NU, Lakpesdam MWCNU Paiton Bedah Buku Badai Politik Uang
    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bersama Forkopimda Lepas Keberangkatan 446 Jamaah Calon Haji Asal Gresik
    Wabup Fattah Jasin Support  Langsung Atlet Asal Pamekasan di Porprov VII Jatim
    Dorong Desa Optimalkan SDGs, Bupati Gresik Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa di Kota Batu
    Ingin Kuliah Kedokteran Gratis dari Bupati Pamekasan? Ini Syaratnya

    Ikuti Kami