Rich Jadi Pelaku Penipuan, Dosen Ilkom UNAIR: Medsos Hanya Pesona Palsu

    Rich Jadi Pelaku Penipuan, Dosen Ilkom UNAIR: Medsos Hanya Pesona Palsu
    Indra Kenz (kiri) dan Doni Salmanan tersangka kasus penipuan trading binary option. (Foto: Tribun News)

    SURABAYA – Belakangan sedang ramai perbincangan soal penangkapan Indra Kenz dan Doni Salmanan. Keduanya dinyatakan tersangka kasus penipuan berkedok trading binary option dengan merek aplikasi terpisah.

    Erat dengan ciri khas flexing atau tren pamer harta di media sosial, Nisa Kurnia Illahiati SIKom MMedKom dosen Departemen Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Airlangga (UNAIR) turut angkat bicara, Rabu (23/3/2022).

    URBANESIA.ID
    market.biz.id URBANESIA.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Fenomena penipuan ini sudah ada sejak manusia mengerti cara memenuhi kebutuhan hidup secepat mungkin, ” ucap Nisa membuka percakapan. Hanya saja, lanjutnya, seiring perkembangan teknologi informasi dan dunia maya, korban penipuan dapat digaet dengan mudah.

    Media sosial mengizinkan penggunanya untuk menjadi siapapun yang ia mau. Termasuk, menjadi seseorang yang ‘tampaknya’ kaya raya.

    OPOSISI.CO.ID
    market.biz.id OPOSISI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Pada saat kita berinteraksi di dunia maya, kita secara tidak sadar mencari kesamaan, mengidentifikasi. Misalnya kita lihat mana orang-orang yang kita anggap berhasil. Jika ingin menjadi seperti itu, maka aku harus meniru apa yang orang itu lakukan, ” jelas Nisa.

    Menggaet Korban Via Konten Pamer Harta

    Nisa yang secara spesifik menggeluti studi media dan budaya tersebut menekankan penipuan semacam itu dilakukan dengan eksposur kontinyu terhadap tema konten senada. Dalam diskursus ilmu komunikasi, hal ini dirujuk sebagai simbol. Simbol ini hadir dalam konten pelaku yang tersebar di media sosial. Sekaligus, mengisyaratkan bahwa semua orang bisa cepat kaya dan sukses dalam waktu singkat.

    “Kalo kita denger berkali-kali dan kita terima simbol yang sama secara terus-menerus, maka sesuatu tersebut akan menjadi kebenaran, ” ujar pengajar pada mata kuliah Cyberculture: Internet, Media, and Culture, Departemen Ilkom UNAIR itu.

    Nasi Goreng Campur
    market.biz.id Nasi Goreng Campur
    60% Rp 3.000
    Beli sekarang!

    Kanal YouTube Indra Kenz, misalnya, penuh dengan tips menghasilkan pemasukan besar dalam waktu singkat dalam trading. Begitu pula akun TikTok-nya yang penuh konten memamerkan barang-barang dengan harga selangit, serupa dengan konten pada kanal YouTube Doni Salmanan.

    Neapolitan Pizza
    market.biz.id Neapolitan Pizza
    8% Rp 1.450
    Beli sekarang!

    Nisa Kurnia Illahiati SIKom MMedKom dalam wawancara virtual bersama tim redaksi. (Foto: Dokumen Pribadi).

    Aksi Kedermawanan Selain pamer outfit dan merk tunggangan, aksi kedermawanan juga populer. Terutama demi menyampaikan pesan bahwa mereka tidak hanya kaya, tapi juga berhati malaikat.

    “Padahal, media sosial itu hanya persona palsu yang mudah sekali diciptakan, ” tambah Nisa. Nisa melanjutkan, masyarakat Indonesia punya tendensi besar untuk percaya pada apa yang orang katakan daripada mengecek sendiri. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang luluh pada tampilan berkilau penipu investasi bodong ini. Terlebih mereka yang sudah terlanjur jadi followers atau subscribers dan mengidolakan para influencers tersebut.

    “Sebenarnya yang dibeli itu kadang bukan barangnya, tetapi kedekatan emosionalnya, ” tukas lulusan sarjana UNAIR itu.

    Tuntutan Sosial Melek FinansialLebih jauh, Nisa menyorot bahwa terdapat tuntutan sosial agar seseorang harus mandiri dan melek secara finansial sedini mungkin. Keinginan menjadi independen secara finansial, meski demikian, tidak bisa ditelan mentah-mentah.

    Adanya keinginan untuk cepat kaya, lanjut Nisa, malah mampu mendorong orang-orang untuk terjerumus pada salah satunya investasi akal-akalan Indra dan Doni ini.

    “Kalau ada sesuatu yang too good to be true (terlalu sempurna untuk jadi nyata, Red), biasanya begitu. Pasti ada sesuatu di balik itu semua, ” catat Nisa. (*)

    Penulis: Deanita Nurkhalisa

    Editor: Binti Q. Masruroh

    SURABAYA
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Resmi Dibuka, ITS Siapkan 1.644 Kursi Mahasiswa...

    Artikel Berikutnya

    KAI Daop VII Madiun Bersama Komunitas Rail...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 45

    Postingan Tahun ini: 2187

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 39

    Postingan Tahun ini: 1683

    Registered: May 25, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 18

    Postingan Tahun ini: 582

    Registered: Nov 15, 2021

    Pardal Riyanto

    Pardal Riyanto verified

    Postingan Bulan ini: 13

    Postingan Tahun ini: 648

    Registered: Apr 9, 2021

    Profle

    Aa Ruslan Sutisna verified

    Kakanwil Lantik dan Ambil Sumpah Dua Notaris Pengganti
    Danramil dan Anggota Koramil 0831/03 Gubeng Datangi Polsek. Beri Ucapan Selamat HUT Bhayangkara Ke -76
    Danramil 1005-04/Cerbon Berikan Ucapan Selamat HUT Bhayangkara ke 76 Polsek Cerbon
    Polmas Perairan, Ditpolairud Sambangi Warga Kuala Jelai

    Rekomendasi

    Atlit Paralayang Banyuwangi Sumbangkan Medali Untuk Banyuwangi
    Sempat Tersisih, Mahasiswa FEB UNAIR Sabet Juara 3 Trading Competition Kontan
    Pangdivif 2 Kostrad Hadiri Upacara Pemakaman Almarhum Pratu Anumerta Berly Kholif Al Rohman
    Pesan Kapolri ke Taruna-Taruni Akpol: Turun, Dengar dan Serap Aspirasi Masyarakat
    Babinsa Koramil 0826-01 Pamekasan Pantau Perkembangan Harga Sembako Di Pasar Parteker

    Ikuti Kami