Tanggapi Pro-Kontra Masyarakat, Pakar UNAIR: Penertiban Pengeras Suara Perlu Dilakukan

    Tanggapi Pro-Kontra Masyarakat, Pakar UNAIR: Penertiban Pengeras Suara Perlu Dilakukan

    SURABAYA – Penerbitan Surat Edaran (SE) No. 05 tahun 2022 oleh Kementerian Agama (kemenag) menuai pro-kontra dari masyarakat. Beberapa pihak menilai bahwa langkah Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas untuk mengatur pedoman dalam penggunaan pengeras suara adalah langkah yang tepat. Hal itu dinilai sebagai bentuk toleransi umat beragama di Indonesia yang merupakan negara majemuk. Namun, beberapa juga tidak setuju lantaran dinilai terlalu ikut campur dalam urusan beragama.

    Merespon hal itu, Sosiolog UNAIR Prof Dr Musta’in Mashud MSi menilai penertiban penggunaan pengeras suara di masjid dan mushollah memang perlu dilakukan. Menurutnya, keberadaan masjid dan musala yang kian banyak di setiap daerah memungkinkan terjadi kebisingan yang dapat mengganggu kenyamanan sosial. Oleh karena itu, peruntukan dalam penggunaan pengeras suara luar perlu diatur.

    PERS.CO.ID
    market.biz.id PERS.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Coba bayangkan, jika dalam satu kampung ada 2 masjid dan 5 musalah, semua aktivitas ibadahnya menggunakan pengeras suara luar, ini akan mengganggu saudara kita yang non-muslim, ” katanya.

    Prof mustain juga menilai, tidak semua kegiatan dalam masjid dan musallah harus menggunakan pengeras suara luar. Ia mengungkapkan, hakikat penggunaan pengeras suara di masjid adalah sebagai pengingat dan ajakan untuk beribadah (sholat). Sehingga, lanjutnya,  hal-hal di luar itu seperti pujian-pujian, suara imam saat shalat dan tilawah al - qur’an cukup menggunakan pengeras suara dalam saja.

    OMBUDSMAN.CO.ID
    market.biz.id OMBUDSMAN.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Prof Mustain juga mengingatkan akan pentingnya toleransi antar umat beragama. Ia menerangkan, meski setiap umat memiliki hak kebebasan dalam beribadah, setiap umat beragama tidak boleh melupakan hak-hak yang dimiliki oleh umat beragama lain.  Artinya, kebebasan kita dibatasi kebebasan orang lain, apalagi kita hidup pada masyarakat yang heterogen (plural).

    “Karena Islam juga mengajarkan hal itu, oleh karenanya meski islam sebagai agama mayoritas di Indonesia, kita tidak boleh melupakan hak dari saudara kita yang tidak seiman, ” tutur Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR tersebut, Selasa (1/3/2022).

    PAPARAZI.CO.ID
    market.biz.id PAPARAZI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Berkenaan dengan pro-kontra yang terjadi, Prof Musta’in menilai bahwa itu adalah hal yang lumrah sebagai konsekuensi demokrasi yaitu kebebasan berpendapat. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk selalu menyikapi sesuatu secara rasional bukan dengan sentimental.

    “Karena ruang agama adalah ruang yang bebas, sehingga kita harus sikapi ini secara rasional dan proporsional sehingga kita tidak selalu digegerkan dengan isu-isu yang berhubungan dengan agama, ” jelasnya. (*)

    SURABAYA
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Pakar UNAIR Nilai Regulasi Kemenag tentang...

    Artikel Berikutnya

    KAI Daop VII Madiun Bersama Komunitas Rail...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Afrizal verified

    Suhendi

    Suhendi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 148

    Registered: Apr 8, 2022

    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 742

    Registered: Aug 19, 2021

    Calvin Maruli

    Calvin Maruli verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Nov 8, 2020

    Suharyadi

    Suharyadi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Nov 9, 2020

    Profle

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Dandim 1507/Saumlaki Komandan Upacara Pemberangkatan Satgas Pulau Terluar Koops XVI TA 2022
    Sekda Andre Algamar Lantik 6 Pejabat Fungsional 

    Rekomendasi

    Bupati Sumenep Ajak Dandim Baru Ikut Cegah Peredaran Narkoba
    Penandatanganan Naskah Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2021
    Pertama di Indonesia, ITS Resmikan Prodi S2 Magister Desain Interior
    Sandiaga Uno : Desa Wisata Watu Kandang Trenggalek Memang Layak Masuk 50 Besar AWDI 2022
    Dekan FKM UNAIR Optimis Perwali Mampu Tingkatkan KTR di Surabaya

    Ikuti Kami